Ia berlutut di depanku, matanya menatap mataku yang telah sayu terlanda birahi. apa aku bilang? Bokep “Haha, pelit juga kamu, Sar! Ternyata benar, Ditto berdiri di pintu itu sambil menenteng tas notebook di tangan kanannya. “Sar, naik ke meja dong?”, Katanya sambil mendirikan tubuhku. Boleh aku masuk?”. Tak terasa, aku sudah bekerja hingga pukul delapan malam.Karena AC yang kurang bagus, aku merasa kegerahan dan haus. Selama aku cocok dan dia cocok, aku easy going sajalah. Aku segera menghampiri dispenser itu, mengambil gelas, dan menuangkan air ke gelasku.Pria yang sedang minum tadi tersenyum menyapaku, aku tersenyum balik, sekedar ramah tamah basa-basi. Ia berlutut di depanku, matanya menatap mataku yang telah sayu terlanda birahi.




















