Setahuku dia termasuk perempuan baik-baik, dan rumah tangganya pun kelihatan rukun-rukun saja. Bokep Aku belum pernah merasakan surga dunia senikmat itu, maka aku tidak tahan. Sudah lama sekali, tapi kesannya yang mendalam membuat aku tidak akan pernah bisa lupa. Bulat, montok, masih sangat kencang walaupun dia sudah beranak satu. Awalnya sebel juga jadi “tukang ojek” begitu. Aku mengangguk. Pagi-pagi sebelum berangkat sekolah, orang tua dan adikku memberi selamat. “Ya nanti dong!” “Nggak sabaran nih!” “Pulang aja sekarang kalau nggak sabar. Dia bahkan jadi seperti tidak bisa mengendalikan dirinya sendiri. Aku jadi semakin tidak enak hati. Apakah aku betul-betul cuma dianggap sebagai “tukang ojek” selama ini?




















