Yang ada di otakku adalah bagaimana caranya membujuk Felly untuk mau menemaniku di tempat tidur nanti malam. Sebenarnya tidak ada apapun yang mengganggu pikiranku. Bokep Aku bukan remaja frustasi yang melarikan diri ke dalam alkohol. Entah apa yang mereka bicarakan di sana.Felly ini gadis baik. “Silahkan duduk Den.”
Aku duduk di ruang tamu. dengan dada berukuran 34B. “Udah bangun?”
Kuberikan senyumku yang termanis. Ia tersenyum lalu berjongkok dan membuka ritsluiting celana panjangku. Sejak itu aku tak tahu kabar beritanya.Entah apa yang dibicarakannya dengan teman-temannya. Tempat ini sejarah bagiku. Hard Rock Cafe cukup ramai. Bingung? Hanya beberapa kalimat “Black Label double” pernah kuucapkan sebagai komunikasi nyata antara aku dengannya.Malam itu malam minggu.




















