Tanpa sadar pipiku bersemu merah.Setelah pesta usai, Erik mengajakku istirahat di kamar hotel. Aku tidak mau kehilangan lagi orang yang kusayangi. Video bokep Ballroom hotel itu sangat indah, Erik mempersiapkannya secara spesial. Benar saja, aku melihat Erik berbenah memberesi bajunya dan bergerak menuju pintu. Ayo, aku temani kamu sampai kamu tertidur. Erik mulai tidak sabar, dan dia memasukkannya dengan kasar. Kamu itu perempuan apa??!! “Anak bodoh.. Kemudian berteriak,
“Kenapa??!! Erik melepaskan kemejanya dan celananya, masih memandangiku. Yayasan Bunda Erika, aku membacanya di sebuah papan nama di depan pintu masuk bangunan itu. Dia membuka pintu dan melihat diriku mematung sambil menangis di sana. “Hmm..kamu menyukainya bukan? Artis ya?”
“Mungkin ya..”, kata Bunda Risa sambil tertawa kecil. Rasa takut dan kesepian menyerang hati dan pikiranku.




















