Rambutnya masih panjang terurai, wajahnya sangat halus, ia masih seperti gadis. Cukup lama aku ada di ruangan tengah, hingga tengah malam kira-kira. Video bokep Kuciumi pahanya, betisnya, lalu ke jempol kakinya. Aku lihat kedua anaknya sudah tidur. Sayup-sayup aku terdengar suara isak tangis di kamar mbak Dewi. Setelah belanja banyak itu kami tak mengucapkan sepatah kata pun. Aku duduk di sofa sambil memperhatikan apa yang dilakukannya.“Gantian sekarang”, katanya sambil tersenyum.Ia memegang penisku, diremas-remas dan dipijat-pijatnya. Mbak Dewi merenung di sofa. Aku memberinya sebuah gaun berwarna hitam yang mewan.“Indah sekali, berapa harganya?”, tanyanya.“Ah nggak usah dipikirkan mbak”, kataku sambil tersenyum. Ia tinggal sendirian bersama kedua anaknya, semenjak suaminya meninggal ketika aku masih SMP ia mendirikan usaha sendiri di kota ini.




















