Mbak Ratih tak menjawabnya, ia mengangkat kepalanya sebentar menatapku kemudian tertunduk kembali.“Kog ga dijawab mbak?” tanyaku. Perlahan kututup pintu depan warung, kuhampiri mbak Ratih dan kusodrkan uang sejumlah dua juta rupiah padanya, mbak Ratih tertegun kemudian menatapku. Bokepvcs Jam biasanya mbak Ratih memang bersiap pulang menunggu jemputan.“Kopinya dimeja ya mas … Oya besok apakah saya masih boleh datang mas?” tanyanya.“Iya makasih mbak… tentu boleh donk mbak…tapi sebentar mbak…” kataku. Mbak Ratih tak memberikan respon, malahan posisinya sedikit ditarik ke belakang.“ya sudah, kalo gitu memang lebih baik usaha ini ditutup saja” kataku kecewa. Tidak semua usaha bisa bejalan dengan mulus, gonta ganti bidang sudah aku alami. Mbak Ratih tak menjawabnya, ia mengangkat kepalanya sebentar menatapku kemudian tertunduk kembali.“Kog ga dijawab mbak?” tanyaku.












