“Rick, aku harus pergi sekarang,” ia diam sejenak, “Nanti sore kau boleh telepon aku.”
“Thanks Fell,” aku berdiri mendekat, kukecup keningnya dan kutinggalkan ia. Bokep Dulu waktu kami masih pacaran hampir selusin kali kami bubar dan balik lagi. Serong kiri kanan, cari di luaran. Kepalaku sudah berat. Mungkin benar apa yang diriset oleh siapa namanya, aku lupa, yang jelas pernah di-film-kan dengan judul “Someone Like You”, bahwa kebiasaan sapi yang tidak mau mengawini sapi betina yang pernah di fertilisasi olehnya berlaku pada manusia.Akhirnya kami makan siang bersama. Mungkin a quicky morning akan melupakan Felly. Ia mengerang kenikmatan. “Masih saja jadi petualang,” katanya sambil duduk di hadapanku, “Tapi masih tetap seperti dulu. Kucium bibirnya beberapa saat. Menunduk lesu. “Udah bangun?”
Kuberikan senyumku yang termanis.




















