Aku menangis semakin keras, mengerang dan terisak, sesekali menguap dengan gerakan sesamar mungkin, sekedar memastikan air mataku tetap keluar. Bokepvcs Mmm..” Dalam keterkejutanku, aku nyaris tidak percaya semua ini. “Ma.. Tapi.. “Ngga ah.. Memencet keluar dua butir terakhir, mengunyahnya sambil menenggak seteguk cairan dari botol di hadapanku. Aku pulang ke rumah, membanting sepedaku di halaman, dan langsung menuju ke kamar. uh.. Nia diam saja saat kumasukkan tangaku ke dalam bajunya. Dapat kubayangkan hubungan persahabatan kompetitif antara Enni dan Nia, ahh.. Ahh, nikmatnya. “Okay.. mm..” kudengar Nia mengeluh dan kulihat matanya terpejam, meninggalkan garis kepasrahan saat kugenggam susu-nya dengan telapak tanganku. betapa indahnya kenyataan yang akan kuberikan padamu, gadisku.




















