Ah sialan. Bokepvcs Ia tersenyum melihatku.“Maaf Mas, sapu tangan saya ketinggalan,” katanya.Ia mencari-cari. Aq terlambat setengah jam. Aq mengurungkan niatku. Aq tiduran sambil baca majalah yg tergeletak di rak samping tempat tidur kecil itu. Jam berapa harus sampai di Ciledug, jam berapa harus naik angkot yg penuh gelora itu. Perempuan paruh baya itu pun masih duduk di depanku. Kerjaan yg menumpuk sama merangsangnya dengan seorang perempuan dewasa yg keringatan lehernya, yg aroma tubuhnya tercium. Ayo..!“Mbak.., pahaku masih sakit nih..!” kataku memelas, ya sebagai alasan juga mengapa aq masih bertahan duduk di tepi dipan.Ia berjongkok mengambil sapu tangan. Aq hanya main dengan tangan. Ia tdk lagi dingin dan ketus. Mengapa kancing baju cuma tujuh?Hah, aq ada ide: toh masih ada kancing di bagian lengan, kalau belum cukup kancing




















