“Von, susu kamu indah sekali.” bisiknya dengan suara setengah merintih. “Kamu nggak punya boyfriend kan?” tebak Jenny di sela obrolan. Bokep Badan terasa segar dan nyaman, meski kedua kaki saya terasa agak pegal. Ahh.. “Lihat nih!” Jenny menunjukkan jarinya yang dibasahi oleh lendir kental bening, banyak sekali, “Kamu udah terangsang banget ya, Von?”
“Gimana nggak terangsang?” tanya saya balik, “Abis kamu gituin sih.”
Jenny tersenyum sekilas, lalu membenamkan wajahnya di selangkangan saya. Wajahnya amat cantik, berkesan cerdas namun dingin. Saya bangkit duduk, dan cepat-cepat menarik selimut untuk menutupi badan telanjang saya. Mungkin karena kurang puas, ia melepaskan kacamatanya, dan terus menatap saya. Saya sempat berniat kabur, namun ia memegangi lengan saya.“Hey, jangan kabur dong!” ujarnya ramah, meski mengenggam kuat lengan saya. Puting-puting saya yang selama ini coklat tua, kini




















