atau malah belum tidur ngelanjutin sama ibu ?” godaku dengan nada canda
“mana bisa lagi, kamu habisin semuanya, udah nggak ada tenaga lagi, habis bis bis bissssss”Akhirnya dia memberi tahu skenarionya dan acaranya selama di Surabaya.Dia berusaha menjelaskan tentang masa lalunya dan akupun berusaha mengingatnya supaya tidak canggung saat berhadapan dengan si istri, tak lupa dia berpesan supaya aku mengaku seorang bisnis woman,terserah apa saja asal bukan wanita panggilan seperti ini.“oke, ntar makan siang aku kenalkan istriku, jangan bilang kalo kamu nginap disini dan jangan lupa pakai pakaian kantoran sewajarnya, kita ketemu di lobby jam 12 nanti” pesannya mengakhiri briefing.Aku sama sekali tak mempersiapkan pakaian ganti apalagi pakaian kantoran, jadi terpaksa harus pulang dulu.Meskipun tempat kost-ku tidak jauh tapi aku tak mau terlambat janjian ntar siang, segera




















