Tangisnya makin keras, aku pun segera mengalunginya belati dan menyuruhnya untuk tidak ribut. Aku hanya terdiam dan kemudian berkata, “Ah, lupakan… Aku cuma bercanda kok….” aku tersenyum lebar agar Rianti tidak marah denganku. Bokep Gadis itu memanglah tidak begitu cantik, namun sikapnya yang baik hati dan lemah lembut membuatku suka padanya. “Tar malam pakai motorku saja, asal jangan lupa isikan bensin…” Mamat menawarkan motor kesayangannya padaku. Apa orang miskin tidak punya hak untuk mencintai dan dicintai? Segera aku dan Mamat mengeluarkan tali untuk menyekap seseorang yang sedang tertidur pulas itu, entah Rianti atau adiknya, tanpa penerangan aku sulit mengenalinya.“Hump….” Mamat langsung menutup mulutnya yang serentak gadis itu pun terkejut tanpa perlawanan berarti karena aku dengan sigap telah menangkap kaki dan tangannya serta ku ikat kuat.




















