Setelah beberapa lama, keringatku pun membasahi dada Mbak Juliet. Walaupun tidak membuka mata, tapi senyumnya mengembang, masih sambil menghisap jempolnya.Tangan satunya kini menyelinap di antara pahanya dan pahanya semakin dirapatkan.Kuperhatikan betisnya yang lencir bulir padi, indah sekali plus tumit yang lancip kecil pink.Walaupun udara kamar tidak terlalu dingin, namun tetap saja kulit kami merinding kena dinginnya udara pagi.Aku berusaha meraih jas wool-ku di meja lalu kupakai menyelimuti Mbak Juliet, kontras dengan kulit putih mulusnya.“Mbak kedinginan ya..?” tanyaku sambil mengecup keningnya.Mbak Juliet hanya mendesah sambil tubuhnya menggeliat merapat. Bokep mulusnya.Lalu, aku turun dari mobil.“Permisi Mbak, saya mau tanya.. Dia mau ML samaku hi.. Sony nggak memperdulikan usia Mbak berapa, yang penting Sony cinta ama Mbak.” kataku sambil mengecup bibirnya.“Ohh Son, kau sungguh lelaki jantan dan bertanggung-jawab.




















