Apa sih mau kalian!?” kataku dengan lirih, mataku sembab, ingin sekali aku menangis“Saya tidak bermaksud apa-apa kok Non”“Bapak mau uang kan? Memalukan sekali rasanya, tapi apa daya aku tidak dapat menolak nasibku yang sekarang, api yang kunyalakan itu telah membesar tanpa kendali sehingga membakar diriku sendiri. Bokep Kini ia mengincar kakak iparku juga.“Cepat Bu, jawab teleponnya” katanya pelan sambil melihat ke arah gagang telepon, “atau saya yang jawab sambil nyeritain keadaan disini selama Bapak pergi”Dengan mata melotot marah aku mengambil gagang telepon itu.“Ehh…iya Mbak Reni…emmm…jadi gimana?” aku meneruskan pembicaraan dengan suara lemas.“Gimana apa Dhe…aku kan sudah ngepak barang-barangku, tinggal besok berangkat ke tempat kamu, siang kamu di rumah kan?




















