“Terus yg mengantar Mbak ke bus di Balikpapan, suami yg ke berapa?”, tanyaku halus. Aku suka pemuda seperti itu, cuman terkadang cuekmu sangat keterlaluan. Bokep “Mana bisa aku menolak dibawah ancaman cubitannya Mbak”, jawabku bergurau. Bagian-bagian yg telah terpilah-pilah itu kubaca lagi dengan lebih teliti dan menguraikan isinya didalam otakku sehingga terbentuklah sebuah bahan informasi yg berhubung-hubungan satu sama lainnya. “Memangnya kamu sudah kenal, Zainal?”, tanyanya. Aku ke Banjarmasin ini juga karena dia mau mengunjungi istri dan anaknya di Jakarta”, jawabnya pelan. Dengan berusaha secermat mungkin berdasarkan data yg ada dan catatanku, aku mulai membuat rencana kerja. “Ya ampun Zainal, kamu baru bangun!”, teriak Indah.




















