Di dalam perjalanan kami ngobrol dan sambil bersendau gurau.“Pit.., namamu Pipit. Uhh”-nya Pipit mempercepat proses penggoyangan aku kegelian. Bokepvcs Tungguin sebentar ya..”Aku tidak jadi menstater dan sambil membuka pintu mobil aku tersenyum karena inilah saatnya aku bisa puas mengenal si Pipit. Kamu juga sih..”Setelah itu sambil sama-sama tersenyum aku nekad menarik kedua tangannya yang lembut itu hingga tubuhnya menempel di dadaku, dan akhirnya kami saling berpelukan tidak terlalu erat tadinya. Begitulah akhirnya aku dan Pipit berkenalan pertama kali. Sempat Pipit bercerita bahwa keperawanannya telah hilang setahun lalu oleh tetangganya sendiri yang sekarang sudah meninggal karena demam berdarah. Belum sampai aku menstater mobil pickupku, Bu Murni sambil berlari kecil ke arahku..“Eh dik Wahyu, tunggu dulu katanya Pipit mau ikut sampai terminal bis.




















