Setengah kesal aku hampiri juga pintu rumahku, dan setelah aku mengintip dari lubang kecil di pintu, kulihat tiga orang gadis. Bokep “Ah, paling-paling mau lihat gambar gituan,” lanjut Emily lagi. Setengah kencang. Yang berambut panjang menyusul, “Emily,” (Campuran Italia dengan Inggris). “Mau nge-chat yah?” tanyaku sambil tersenyum pada si Emily. Aku merasa nikmat dan ngilu sekali, “Sudah… sudah… aku ngiluuu… sudah…” pintaku. Baru saja aku ngobrol dengan si Emily, si Eve datang lagi menanyakan, apa saya tahu site-nya gambar “gituan” yang gratis. Apa yang harus kujawab! “Oh, soalnya saya lagi main internet, maklumlah soalnya hanya satu sambungan saja telepon saya,” jawabku. Kakiku gemetar, gemetar sekali. Gua tersinggung nih,” yang berwajah Jepang protes. Hanya tinggal beberapa bulan saja.” Aku tidak bisa bilang apa-apa lagi.




















