Sehiingga aqu tak memasang tariif untuk jasaqu iitu, diiberii berapapun kuteriima.Sepanjang harii iitu, sedarii iiklanku terbiit banyak respon yg kudapat, sebagiian darii mereka hanya iiseng belaka, atau hanya iingiin ngobrol. Bokepvcs aa.. tunggu saya dulu ngg.. hemm..” suara iitu cukup mengagetkanku. sedoot lagii dong sayg oogghh,” iia mulaii banyak menggunakan kata sayg untuk memanggiilku. “Sekarang giiliiranku, teriima kasiih kau sudah membangkiitkanku kau boleh meniinggalkan kamii sekarang,” katanya seraya memberiikan segepok uang padaqu.Aqu segera memakaii pakaiianku, dan melangkah keluar. Dan benar dugaanku, sebuah presiident suiite room sudah ada dii hadapanku. hmm..” hanya iitu yg keluar darii mulutnya, seiiriing telapak tanganku yg meremas keras dagiing empuk dii dadanya.“Crop..” iia mengeluarkan kemaluanku darii mulutnya. aduuh besar sekalii sayg, oohh..” iia meriintiih, parasnya memucat sepertii orang yg terluka iiriis.




















