Kuperiksa isi laptop itu. Aku pura-pura tak mendengar suaranya itu. Bokepvcs Tetapi sejak saat itulah sikap Prima jadi lain dari biasanya. Dan terdengar suaranya sendu,
“Bunda…maafkan saya, Bunda…” Aku agak kaget. Kenapa sikap Prima jadi berubah begitu? Serta perkawinanku dengannya terasa sebagai perkawinan yang normal. Dengan lembut kubelai rambutnya sambil berkata setengah berbisik,
“Bunda sudah tau kok…kamu punya perasaan lain pada bunda….sejak awal berjumpa pun bunda sudah merasakannya…” “Lalu…Bunda marah?” “Nggak,” sahutku sambil melingkarkan lenganku di lehernya,
“bunda malah tambah sayang padamu, Pri…” Ucapan itu kuakhiri dengan kecupan hangat di pipinya. Terkadang aku sendiri yang nyetir, terkadang Prima yang nyetir. Juga pada waktu kuhidangkan steak buatanku sendiri, dirinya kelihatan bangga punya istri yang “trampil” seperti aku ini. “Tapi yakinkan dulu bahwa Nanda sudah mengunci pintu kamarnya,” kataku sambil bangkit dari










