Nah sekarang istirahat dulu”
Ia pun membiarkan diriku terikat di lantai. Dia seorang wanita keturunan Tionghoa. Bokep “Kamu sama siapa kesini?” tanyanya. “Kalau kamu nggak mau ketemuin aku lagi, foto-foto ini nanti aku sebarkan lho! Aku tunggu lho..”
Tak kusangka jam pada saat itu menunjukkan pukul 10 pagi. Tak lama kemudian taksipun sampai di aperteman itu. Kulihat jam di dinding menunjukkan pukul 1 pagi dan badanku terasa capai dan lemas. “Kalau kamu nggak mau ketemuin aku lagi, foto-foto ini nanti aku sebarkan lho! Merasa mendapat angin, aku melanjutkan rayuanku dengan mengecup pipinya. Ia lalu berkata, “Ini kan hari minggu buat apa cepat-cepat pulang. Barang-barangnya kulihat tersusun rapi dan apik. Mimpi indah ya. Kita mulainya dari Sabtu siang aja, kan jadi punya banyak waktu,” sapanya sambil memperlihatkan beberapa foto diriku




















