Aku mundur beberapa langkah. Ragu aku berdiri di depan pintu.“Masuk, Dimas!” suara Bu Astrid agak meninggi, setengah memerintah.Aku mendorong pintu. Bokepvcs Hari-hari berjalan seperti biasa, tak banyak yang berubah.Yang sedikit berubah adalah suasana di dalam mobil. Bu Astrid tampak begitu menikmati itu. Aku tahu kamu mengintip aku sedang bermesraan dengan Seto tadi. Ia hanya mau aku mencumbunya terus dan terus tiada habis. Tidak bisakah kau lihat ranjang itu? Kukulum dan kuhisap habis-habisan puting susu Astrid. Setuju?”“Setuju, Pak”“Kamu mulai kerja hari ini!” kata Pak Gino.Seminggu sudah aku menjadi supir Nyonya Gino. Tapi ada benda yang mulai terasa mekar di selangkanganku. Aku tak berani langsung masuk. Rumah Pak Gino luar biasa besar dan mewah. “Kamu kelihatan gugup,” ujar Bu Astrid tenang, menatapku dengan pandangan penuh. “Saya lebih nyaman kalau




















