Aku mempererat dekapanku, sambil mengecup rambut indahnya yang terjuntai lurus sampai pinggang, aku berkata, “aku mencintaimu, seperti apapun kamu nanti.”“Qora !” Sava menggenggam kedua tanganku lalu menempelkan mulutnya, menghembuskan nafas lembut, “saat aku tua nanti, dan saat volume otakku semakin menyusut dari waktu ke waktu. Lenguhan halus terdengar dari bibirnya. Bokep Beberapa bagian tubuh kami terkena air hujan walaupun gak seluruhnya.“Romantis ya, hehehehe,” nada riang Sava yang khas seakan mengalahkan gemericik air hujan, walau diiringi dengan kletukan giginya yang beradu dengan cepat.“Kamu suka ?” hhhmmm aroma wangi rambutnya semakin lekat menempel dipenciumanku, rambut yang sedikit lepek terkena air hujan.Dengan mantap Sava mengangguk, menutup matanya sambil menampakan senyum berpipi lesungnya itu. Marching March
Memori Daun Pisang
– izy –Why do birds suddenly appear
Every time you are near?




















